Elha Husnan

Man Syakka Wajada

(Mereka) Mengurangi Keindahan Islam

Menjadi muslim yang teguh tak selalu harus menjadi alergi terhadap umat dan keyakinan lain. Tesis saya ini diamini oleh seorang “sahabat”, yang tak saya kenal, bernama Asri Diana Kamirin. Berikut adalah tulisan yang saya comot dari blog-nya.

Banyak rekan yang dulunya ‘biasa-biasa’ saja dalam hal agama, kini dengan semangat berapi-api melontarkan ayat dan hadits untuk menyalahkan atau membenarkan suatu hal tanpa memperhatikan adab kesopanan. Tanpa ada rasa segan mereka seringkali mengkafirkan orang lain, menganggap orang lain melakukan bid’ah dan judgment-judgment negatif kepada orang diluar kelompok dan pemikiran mereka. Bahkan, ulama’ yang tidak sejalan dengan pemikiran mereka pun seringkali mereka anggap tidak tahu apa-apa.

Saya teringat esai Lukman Hakim Husnan yang menjadi salah satu nominator KEM 2012 (Mengambalikan Islam Nusantara menjadi Muslim Indonesia). Membacanya menyiratkan syukur yang mendalam pada diri saya. Kurang lebih, demikianlah yang ingin saya sampaikan, namun terkendala ketidakmampuan beretorika yang santun.

Lukman menyitir pendapat Gus Mus (K.H. Mustofa Bisri, Rembang) terkait-pemuda-pemuda yang demikian, “bersemangat keagamaan tinggi tanpa disertai dengan ilmu keagamaan yang juga tinggi”.

Ditinjau dari sudut pandang orang yang ‘bertransformasi’-meminjam istilah yang digunakan Lukman untuk pemuda-pemuda yang demikian-, tidak ada sesuatu yang salah pada dirinya. Mereka akan mengatakan, “saya berubah menuju lebih baik, lebih Islami”.

Seperti keyakinan Lukman, saya juga percaya hal tersebut tidak hanya terjadi di tempat Lukman dan di tempat saya, namun di seluruh kampus di negeri ini.

Kita tidak bisa menyalahkan niatan mereka untuk menjadi lebih religius. Yang manjadi suatu yang perlu dipermasalahkan adalah sikap tatharruf, berlebihan, yang kerapkali hinggap pada sosok-sosok ultra-relijius; sikap-sikap yang tidak menghargai liyan (the others, yang lain).

Dalam kajian psikologis, mereka seolah kembali pada tahapan egosentrisme, sebuah tahap yang meyakini bahwa hanya diri merekalah yang paling benar dan orang lain salah.

Menjadi benar tidak selamanya perlu menonjolkan kebenaran kita sehingga ‘menindas’ kebenaran yang diyakini orang lain. Barangkali, kita malah akan tergelincir pada sebuah kepercayaan bahwa kitalah yang paling benar di hadapan Tuhan Yang Maha Benar. Padahal, Nabi yang dijanjikan surga saja dengan santunnya meyatakan bahwa Beliau tidak mengetahui diterima tidak amal ibadahnya.

Kehausan akan agama yang disambut dengan doktrin-doktrin keras tangan-tangan perakit “bom kebencian” turut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kuantitas pemuda-pemuda jenis ini. Mereka akan bertambah pesat dengan pemahaman ekslusif yang secara psikologis lebih dikarenakan ‘kenyamanan’ melakukan tindakan kekerasan (pikiran atau fisik) atas topeng agama atau merasa unggul dari kaum/ kelompok lainnya atau merasa terancam eksistensinya ketika ada jenis pemikiran lain yang muncul ke permukaan (?).

Masih banyak hal yang perlu kita pelajari dari agama yang tidak menginginkan berkembangnya sikap angkuh atas ‘ketahuan’ kita ini. Eksklusifitas hanya akan merugikan Islam sebagai sebuah agama yang menjunjung tinggi kesantunan.

Sehingga, ‘mereka’ akan mengurangi keindahan Islam dan menggantinya dengan wajah Islam yang ‘garang’.

Malang, 26 Januari 2012

02.53

Sumber: asridiana.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17/07/2012 by in Journey and tagged , , , , , , .

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 59,264 hits
%d blogger menyukai ini: