Elha Husnan

Man Syakka Wajada

Ruh

Seorang nelayan dari pulau kecil di sebelah utara nusa jawa, kita mengenalnya dengan sebutan Pulau Bawean, membuka kisah yang pernah benar-benar ia alami. Suatu hari, pada saat ia melaut, tiba-tiba saja angin menghempas perahu miliknya. Begitu kencang hingga saat itu ia merasa tidak mungkin tidak karam; ia merasa tidak mungkin lagi selamat. Ketika “badai” itu makin meninggi, tiba-tiba saja ia melihat sesosok manusia berdiri tegak di ujung perahunya. Orang itu masih muda. Yang ajaib, angin yang sejak tadi memontang-manting perahunya, mendadak berhenti, bersamaan dengan hadirnya orang itu.

Sang nelayan masih dibuai takjub, ketika kemudian ia memberanikan diri bertanya, “Maaf, Anda siapa?”. Orang itu pun menjawab, “Aku fulan (nama asli disamarkan), dari kota A!!!”. Setelah menjawab pertanyaan si nelayan, orang itu menghilang. Karenanyalah maka lantas terbersit di dalam hati sang nelayan, yang kebetulan juga seorang jawara silat, untuk berguru kepada orang yang menyelamatkannya tadi. Ia berjanji untuk  mengabdikan diri kepadanya. Justru cerita ini ia ungkap, ketika pada suatu saat ada yang bertanya kepada nelayan itu, mengapa ia tampak amat setia kepada sang kyai fulan? Dus, cerita itu pun muncul.

Peristiwa di atas tidak terjadi pada jaman baheula, masa para wali pada masa lampau. Ia terjadi belum lama ini. Ini menunjukkan betapa, seperti keyakinan Sunny (Ahlussunnah wal Jama’ah) pada umumnya, diantara kita (di kehidupan modern ini) masih ada saja sosok-sosok yang menjadi kekasih-Nya –wali-wali-Nya, betapapun beberapa banyak kalangan mulai meragukan keberadaannya. Mereka bisa saja ada di sekitar kita, sebab seperti kita tahu, para wali ini kerap me-mastur-kan (menutup) kesejatian dirinya sebagai kekasih Allah. Ia tidak mungkin mengaku, apalagi mengaku-ngaku seperti belakangan muncul.

Cerita di atas juga menjelaskan bahwa eksistensi Ruh berbeda dengan keberadaan jasad manusia. Ruh inilah, lagi-lagi seperti lazimnya keyakinan Sunni, yang tidak mati (dan hanya berpindah alam –ke alam arwah atau alam barzah) sekalipun orangnya sendiri telah meninggal. Tradisi ziarah kubur, umpamanya, dibangun di atas keyakinan semacam ini. Konon, menurut orang tertentu yang memiliki ketajaman batin, orang yang kita ziarahi itu sebetulnya juga duduk beserta kita, plus mengamini doa-doa kita (barangkali soal ini kita memang hanya harus percaya, sebab ternyata mata kita masih “kotor”! Sangat tidak arif untuk ngotot menolaknya).

Selain itu, seturut keterangan, ruh-ruh ini (terutama ruh para kekasih Allah) sebetulnya memiliki kemampuan untuk tajassud (menjasad/menjadi jasad) dan atau tashawwur (mengambil rupa). Singkatnya, kita bisa melihat sosok-sosok yang bahkan telah wafat. Inilah mengapa banyak orang-orang khusus yang diceritakan pernah bertemu dengan Rasulullah Saw bahkan dalam keadaan sadar (tidak bermimpi). Syeikh Yasin Al-Fadani, misalnya, seperti dinukil dari Prof. Sayyid Aqil Al-Munawwar –salah seorang murid beliau, langsung “menemui” Rasul ketika beroleh soal menyangkut hadits tertentu. Bayangkan, beliau menanyakannya langsung kepada Rasul, apakah suatu hadits benar-benar pernah beliau ucapkan?

Demikianlah, jika Allah mampu mempertemukan Nabi Saw dengan para Nabi terdahulu yang notabene sudah lama wafat (dalam kisah Isra’ Mi’raj), maka kesan aneh pada cerita-cerita di atas sebetulnya tidak terlalu tak masuk akal.

Wallahu a’lam bis shawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 27/04/2011 by in Editorial IM and tagged , , , , , .

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 57,535 hits
%d blogger menyukai ini: