Elha Husnan

Man Syakka Wajada

Ode Kematian Monoteisme

Ada parasit ganas dalam apa yang kita sebut sebagai Monoteisme. Para penganut monoteis, pengaku penyembah satu tuhan itu, seperti selalu alergi terhadap keberadaan tuhan-tuhan yang lain. Tak cukup dengan pernyataan menegasi -menolak keberadaan tuhan-tuhan tersebut, tak cukup dengan syahadat, mereka merasa perlu untuk bertindak anarkistis.

Abraham memanggul kapak. Patung-patung sesembahan itu dipenggalinya.

Belakangan, perlakuan “sadistis” Abraham itu dirayakan dengan pesta pora oleh para pengikutnya. Hanya ada satu Tuhan. Hanya ada satu kerajaan Tuhan.

Maka kelak, anak-anak turun Abraham berbondong-bondong, sambil meneguhi tongkat, batu, golong, pedang, bambu, dan lain sebagainya, dan lain-lainnya. Penyembah-penyembah berhala, atau mereka yang diasumsi sebagai penyembah tuhan yang tak sama, dihajar tanpa ampun. Dipukuli sampai tengkoraknya retak-retak.

Tak ada tuhan selain Tuhan (Allah), kini bukan lagi pernyataan verbal yang berfungsi sebagai cermin dari sebuah keyakinan/kepercayaan. Syahadat juga berarti laku pembantaian atas para penyembah tuhan yang lain, Allah-Allah yang berbeda.

Betulkah “tuhan” memang mendakwahkan perilaku semacam ini? Ataukah itu cuma wujud dari penafsiran (kreatifitas) mereka belaka?

Aku sendiri melihatnya sebagai penyakit. Hanya itu. Tidak kurang, tak juga lebih.

Aku juga percaya betapa ia, pada saatnya nanti, akan membunuh pemiliknya…

Palembang, 11 Maret 2011

 

Iklan

2 comments on “Ode Kematian Monoteisme

  1. aday bey
    31/03/2011

    namun, kembali kita mengacu kepada orang-orang terdahulu yang telah mencapai “akal pencapaian” dengan ada yang mengatakan bahwa Tuhan adalah sesuatu yang menjadi ujung dari segala kesimpulan atas apa yang di lihat dari apa yang ada di dunia ini beserta gejala-gejalanya….

  2. aday bey
    31/03/2011

    sebaliknya, manusia sekarang, karena sudah ada konsep lama yang mengatakan bahwa ujung dari segalanya adalah Tuhan, maka manusia sekarang sibuk menghilangkan tuhan (beyond/sesuatu)yang tlah menjadi kesimpulan jawaban atas gejala dari segala sesuatu…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 31/03/2011 by in Journey and tagged , , .

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 57,535 hits
%d blogger menyukai ini: