Elha Husnan

Man Syakka Wajada

Sahaja

Di sebuah kota nan gaduh, tersisih di luar garis hutan beton, seorang paruh baya hidup dengan bersiteguh pada sebilah tongkat. Ia buta, dan ia tukang pijat. Beberapa orang kerap mendatangi rumahnya, dan terkadang ia dipanggil ke rumah pelanggan, untuk berurut. Tak ada yang istimewa, ia tipologi masyarakat kebanyakan.

Hanya satu hal yang barangkali membikinnya nampak berbeda dari yang lain. Ya, sikap hidupnya. Kang Sejo, itu nama yang biasa dilekatkan kepadanya, sebagai muslim biasa yang barang kali memang buta akan segala hal terkait bau arab, hanya punya satu wirid rutin –yang bukan berbahasa arab; “Gusti Allah ora sare (Allah tak pernah tidur),” bahasa jawanya kental. Barangkali ia juga tak pernah tahu, apa yang senantiasa dilafalkannya tanpa peduli hitungan itu, adalah potongan dari ayat Kursi. Setiap kali ngobrol dengannya, di sela-sela cakap, ucap itulah yang selalu keluar.

Ahmad Sobary, penulis yang mengisahkan riwayat Kang Sejo, bertanya; “berapa kali zikir duh gustitiap hari?”. Berapa kali wirid itu diucapkannya setiap hari? Dan ia menjawab enteng. “tak pernah saya hitung”. “lho, bukannya yang namanya wirid itu selalu ada hitungannya? Baca ini sekian ratus, itu sekian ribu?”, tanya Sobary lagi. “Begitu juga ndak pa-pa,” jawabnya. “Tetapi gusti Allah kan memberi kita rezeki tanpa hitungan, masakan kita ibadah perlu itung-itung”.

Kang Sejo diam-diam sudah haji. Langganan lamanya, seorang kaya, mentraktir. Ketika ditanya tentang itu ia cuma berkomentar, “itu kan rejeki, dan rejeki Allah selalu tak terduga”. Lagi-lagi, ia tak sadar sedang menyenandungkan ayat, … wa yarzuqhu min haitsu la yahtasib. Tetapi konon, ketika tetangganya menyodori dan memaksanya untuk menerima sedekah, ia bersikeras menolak. Tiba-tiba saja ia setengah berteriak, “Allah tak pernah tidur”. Berulang kali. Si tetangga tiba-tiba ketakutan. Ia mengaku uang itu memang kurang halal. Ia minta maaf.

Kang Sejo ditanya, bagaimana bisa ia tahu uang itu haram? “rumah saya tiba-tiba panas, panas sekali,” tukasnya. Kok tahu kalau rasa panas itu akibat uang haram? “Gusti Allah ora sare (Allah tak pernah tidur)”.

Kang Sejo memang bersahaja, bahkan dalam beragama pun ia amat sederhana. Di banyak tempat, kita menemukan orang-orang macam ini. Orang-orang yang tak begitu akrab dengan ayat; dengan sumber-sumber pengetahuan dan agama, tetapi barangkali dekat dengan Tuhan –siapa tahu. Orang-orang seperti inilah yang kerap kita abaikan, bahkan sesekali kita cibir. Tetapi betapapun, kita tak pernah betul-betul tahu, siapa sesungguhnya yang benar-benar bertakwa kepada-Nya.

Ini bukan berarti kita mengecam surban, mencegah jubah, menafikan tasbih, mengesampingkan sajadah. Bukan pula hendak melupakan ayat, mengalpakan pengetahuan agama.

Kita hanya perlu menjadi lebih arif.

Bagaimanapun, Kang Sejo yang beragama dengan amat sederhana, yang sikap-sikap keberagamaannya terkadang membikin kita iri itu, mengingatkan kita pada sebuahmaqalahkarramallahu wajhah“khudz al-hikmata wa law min fami kalbin”. Ambillah hikmat kebijaksanaan, meski ia keluar dari mulut seekor anjing. Atau sebuah maqalah lagi; “khudz ma shafa wa da’ ma kadar”. Ambil yang jernih, buang yang keruh. Dan kita, dalam mereguk saripati kebijaksanaan, sesungguhnya tak perlu merepotkan status, kedudukan, label. Kulit luar seseorang… –konon diucapkan oleh Sayidina Ali

Kang Sejo juga semacam kritik. Ia yang pengetahuannya amat sederhana, mampu menjaga konsistensi untuk mengamalkan yang sedikit. Sementara kita? Tahu banyak, tapi tak pernah mengamalkannya? Tahu sedikit, tapi merasa paling mengerti segalanya? Betulkah kita benar-benar menyadari semua ini?

Wallahu a’lam bis shawab.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 02/03/2011 by in Editorial IM and tagged , , , , , .

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 54,927 hits
%d blogger menyukai ini: