Elha Husnan

Man Syakka Wajada

Masjid

Dengan sepenuh kesadaran dinyatakan; masjid merupakan pusat segala aktifitas umat muslim. Kegiatan ritual, sosial, syi’ar, pendidikan, dan lain-lain. Bisa jadi masjid bak rumah kedua buat kaum Islam. Konon dari sinilah dulu dilahirkan keputusan-keputusan penting menyangkut keberlangsungan umat Islam. Tak kurang, masjid pun menjadi rujukan keagamaan bagi umat muslim di sekitarnya.

Kesadaran tersebut melahirkan tekad untuk senantiasa memakmurkan rumah-rumah Allah.  Allah Swt berfirman dalam At-Taubah; “Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Dalam konteks seperti inilah rombongan itu memasuki pelataran Masjid Agung Palembang. Siang hari selasa (28/12), puluhan orang yang dipimpin oleh wakil walikota Padang Panjang mengunjungi Palembang. Salah satu “tempat singgah”-nya adalah Masjid Agung Palembang. Tajuk kunjungan tersebut adalah study banding. Sebagian besar rombongan adalah perwakilan dari sepuluh masjid termakmur se Padang Panjang.

Ir. Edwin, S.Pg, nama wawako Padang Panjang, menyebutkan bahwa sudah sekira setahun belakangan diadakan program memakmurkan masjid. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan semacam kompetisi setiap tahunnya. Yang menarik, yang kemudian menginspirasi keberadaan program tersebut ialah platform dari pemerintah sendiri, bahwa “memakmurkan masjid sama dengan kemajuan Islam di Negara Indonesia”. Jargon yang menarik, yang sebetulnya lebih patut dicontoh –meski sebetulnya mereka yang melangsungkan study. Prinsip yang ajaib, di tengah ingar bingar kebanyakan pemerintah yang mengalpakan diri dari tugas memakmurkan masjid.

Intinya, pekerjaan memakmurkan masjid sebetulnya adalah kerja bersama. Setiap orang sebetulnya memiliki fungsinya masing-masing untuk menyelesaikan tugas ini. Barangkali orang-orang yang seperti inilah, yang tentu saja bukan sekedar pengurus dan/atau takmir masjid, yang disebut dalam petik ayat di atas; orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. Mudah-mudahan!

Wallahu a’lam bis shawab.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 02/03/2011 by in Editorial IM and tagged , , , , , .

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 59,233 hits
%d blogger menyukai ini: