Elha Husnan

Man Syakka Wajada

Klarifikasi

Berikut adalah sebuah klarifikasi. Sebuah tabayyun.

Mari kita menengok catatan sejarah.

Isa ‘alaihis salam adalah sosok yang menyejarah. Ia bukan dongeng. Ia adalah manusia yang terdiri dari susunan tulang dan daging, yang oleh umat Muslim disebut sebagai seorang Nabi sekaligus Rasul. Pada masa-masa permulaan masehi, pria putera Maryam yang terkenal dengan mu’jizat diantaranya mampu menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati, dan lain-lain itu diutus kepada golongan Israel (Bani Israil, seperti sebutan lidah kita). Dalam Al-Qur’an, Nabi Isa dikabarkan telah mewartakan perihal akan diutusnya sosok Rasul terakhir, utusan buat seluruh umat manusia, bernama Ahmad (dan kita menyebutnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Masalahnya adalah rentang sejak diutusnya Isa sampai terutusnya Muhammad adalah waktu yang bukan sekejap. Dan dalam masa sekira lima ratus tahun itu banyak hal telah terjadi. Misal penting yang semoga boleh disebutkan di sini; ajaran Isa disiarkan ke Yunani baru seratus tahun sesudah ‘kewafatan’-nya oleh seseorang bernama Paulus (bagi kita, Isa diangkat ke langit, bukan mati di tiang salib). Dua ratusan tahun sesudahnya, terjadi konsolidasi agama Kristen (agama yang dinisbatkan kepada Isa seperti telah dibawakan oleh Paulus) di bawah kekuasaan kaisar Romawi bernama Konstantin. Di sinilah titik absurditas itu dimulai. Pada masa Konstantin, Kristen dijadikan sebagai agama resmi Negara, institusi gereja dan perpendetaan yang sebelumnya tidak dikenal dalam tradisi agama ini mulai dilembagakan. Dan yang paling penting, yang sekaligus juga mengherankan, Isa yang dalam bahasa latin, bahasa resmi kekaisaran Romawi, dipanggil dengan Yesus, pun dinobatkan menjadi Tuhan. Peresmian ini terjadi dalam sebuah forum yang disebut dengan Konsili Nicea. Sejak itulah orang Kristen, dalam teologi trinitasnya, mengenal Yesus sebagai “tuhan”.

Dari sini kita tahu, sebutan Yesus sebetulnya amat netral, sama seperti ketika kita yang datang belakangan menyebut sosok yang sama dengan nama Isa. Perubahan nama ini terjadi akibat perpindahan bahasa belaka. Ini amat lumrah terjadi. Kita mencatat banyak pula nama-nama tokoh muslim yang kemudian “berubah” pengucapan oleh sebab keteralihan pengguna bahasa. Al-Ghazali dilatinkan menjadi Al-Gazel, Ibnu Rusyd menjadi Averoes, Daud menjadi David, Jibril menjadi Gabriel, Muhammad menjadi Mahomed, dan seterusnya. Dengan demikian peralihan nama Isa menjadi Yesus sebenarnya juga amat wajar, sebelum kemudian nama tersebut menjadi sangat intim dalam teologi Kristen dan kita pun lantas alergi dengan nama tersebut.

Dalam hal apakah Isa dan Yesus adalah sosok yang sama yang pernah hidup dalam sejarah? Kita bisa menjawab iya. Tetapi ditilik dari sudut pandang teologi, tentu saja Isa dan Yesus adalah pribadi yang berlainan. Kita, orang Islam, mengenal Isa sebagai nabi belaka, sementara orang Kristen memahami Yesus sebagai satu dari tiga kesatuan Tuhan.

Teologi adalah perkara yang menjadi keyakinan dan pemahaman kita atas sejarah, dan bukan sejarah itu sendiri. Untuk kita yang muslim, mengacu pada penjelasan  Al-Quran, Isa (sekali lagi, yang beralih menjadi Yesus dalam bahasa latin) adalah semata-mata Nabi. Kita menyangkal pandangan kaum Kristen yang telah melebih-lebihkan kenyataan tersebut. Justru di sinilah letak perbedaan kita dengan kaum Kristen. Mereka memandang Isa (Yesus) sebagai “tuhan”, dan kita tidak pernah mengakui itu. Perbedaan keyakinan kita dengan keyakinan Kristen sebenarnya di sini, bukan pada soal penyebutan nama Isa dan Yesus.

Tetapi, jikapun ada sementara kita yang percaya bahwa Yesus dan Isa adalah sosok sejarah yang berbeda, bukan sekedar perbedaan persepsi antara kaum Muslim dan kaum Kristen, dengan segala hormat, tulisan ini tak bermaksud menyalahkannya. Dan lebih dari itu, tulisan ini dimaksudkan sebagai upaya permohonan maaf –jikalau justru penulisnyalah yang salah.

Wallahu a’lam bis shawab.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 02/03/2011 by in Editorial IM and tagged , , , , , , .

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 59,233 hits
%d blogger menyukai ini: