Elha Husnan

Man Syakka Wajada

Jangan Takut

Kekayaan pada zaman dulu memang acap diukur dengan jumlah kepemilikan ternak, hingga lelaki itu kemudian tergerak untuk turut dalam sayembara menggiurkan berhadiah seratus ekor unta. Syaratnya cuma satu; menangkap hidup atau mati seorang “tahanan rumah” yang beberapa hari itu kabur meninggalkan kota.

Sang lelaki tergiur. Ah, seratus ekor unta sudah di depan mata, dan melacak buron tidaklah sulit buatnya. Bukankah, perkara-perkara yang serupa, menjadi “intelijen” seperti ini, adalah memang bakat alami yang dimilikinya? Bukankah dia yang terbaik dalam tugas ini?

Dan dipaculah kudanya mengarungi padang pasir; mengejar Muhammad yang melarikan diri dari Makkah bersama Abu Bakar. Berkat laporan seorang penggembala, yang konon melihat dua orang sedang berjalan menuju Yatsrib di sebuah lembah, Suraqah –nama lelaki itu– akhirnya menemukan buruannya.

Ia menghela kencang-kencang kudanya, tetapi mendadak sesuatu menghalangi jalan. Kaki kudanya menyandung entah apa, dan ia sendiri terpelanting. Ia bangkit, kudanya ia pacu sekali lagi. Tak lama, lagi-lagi kaki kudanya membentur sesuatu dan ia terjatuh. Ia bangkit lagi, dan kali ini ia punya ide lain; tidak menangkap Muhammad hidup-hidup juga tak apa. Maka ketika ia jaraknya sudah semakin dekat, Suraqah mengacungkan panahnya ke arah Muhammad. Ketika arah anak panah dirasa sudah tepat, lagi-lagi mendadal tangannya kelu, kaki kudanya menancap ke dalam tanah berpasir. Ia tak bisa menguasai diri, dan di tengah kebingungannya, ia pun berteriak meminta tolong kepada Muhammad.

Mendengar teriakan itu, sang Nabi yang terkenal penuh dengan belas kasih menghampirinya. Nabi pun berdoa agar Suraqah dilepaskan dari “jerat”. Tetapi Suraqah memang terlanjur kalap, beberapa jenak setelah ia terlepas dari jerat berkat doa Muhammad, ia malah bermaksud menikam sang Nabi. Dan, untuk kesekian kalinya, keanehan itu muncul. Tangan Suraqah mendadak kaku. Sekali lagi, ia memohon belas kasih Muhammad, bahkan menawarkan perbekalannya kepada dua orang musafir tersebut. Nabi menolak, meski ia tetap berkenan “membebaskan” Suraqah. Saat itulah, Suraqah mendapatkan pencerahan. Baru kali ini ia yakin bahwa Muhammad memang benar-benar seorang utusan.

Setelah peristiwa itu, Suraqah kembali kepada kaumnya di Makkah. Selang beberapa tahun, pasca meletusnya perang badar, dan setelah melihat lagi pelbagai bentuk keajaiban di medan laga itu, Suraqah berusaha menemui Nabi. Ia hendak memenuhi perjanjiannya dengan Nabi sewaktu di lembah itu; Suraqah masuk Islam.

Demikian sejumput kisah yang berkelindan di seputar hijrah Nabi Saw; peristiwa paling mendebarkan dalam sejarah perkembangan agama Islam. Berkali-kali Nabi Saw diselamatkan dari maut. Ketegangan itulah yang juga dialami oleh Abu Bakar As-Shiddiq, orang yang menemani beliau migrasi ke Madinah. Di gua tsur, Nabi Saw bahkan mengingatkannya; jangan bersedih, jangan takut, Allah beserta kita.

Ya Allah senantiasa beserta kita. Dia bahkan lebih dekat kepada kita daripada urat leher kita sendiri. karena itulah kita tahu, dengan atau tanpa sebab, Allah bisa saja mencabut nyawa kita sewaktu-waktu.

Maka, dalam banyak hal kita justru mesti takut, harus khawatir. Terlebih ketika kita dihadapkan kepada hal-hal tercela. Allah akan selalu mengawasi kita. Seperti Abu bakar, maka yakinlah bahwa Allah akan menolong dan memudahkan persoalan-persoalan kita. Tetapi Allah juga tak segan-segan mengambil nyawa kita saat ini juga. Takutlah, sedih dan khawatirlah!!!

Wallahu a’lam bis shawab.


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 02/03/2011 by in Editorial IM and tagged , , , , , .

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 59,233 hits
%d blogger menyukai ini: