Elha Husnan

Man Syakka Wajada

Banjir Kata-Kata

Deras kata
Membanjiri mall dan plaza
Oh, sebuah upacara
Obral murah kata-kata
Pengarang jadi pedagang
Seniman lelah dan
Akhirnya jadi pengamen jalanan
Menyinyiri kehidupan?
Kurasa kita hanya jengah
Hidup tak kian menyedankan
Berkah
Menertawakan kenyataan?
Hah, peradaban telah mengajarkan
Cara terpandai untuk eksploitasi
Metode ternikmat untuk mati
Teka-teki kasunyatan
Labirin kejahatan
Siapa ditelan siapa?
Bukan siapa-siapa
Tidak apa atas apa
Kita sewarna, seberkas rupa yang sama
Hanya kita demam mendendam
Pada lainnya kita tumbangkan geram
Muntah serapah
Namun kadung semua menjelma dengung
Kita rayakan kebudayaaan
Ditopang jentik-jentik keserakahan
Dan mall dan plaza
Masih merendah harga kata
Masih menjerat nikmat kalimat
Saat kata harus dibaca
Saat baca berarti belanja
Lepaskan nyanyimu dari bunyi
Biarkan kalimetmu menekur sunyi.

Iklan

2 comments on “Banjir Kata-Kata

  1. Awen
    23/10/2013

    keren.. gaya bahasanya lawas plus intelektual ahahhah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 08/02/2011 by in Monolog and tagged , , .

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 59,233 hits
%d blogger menyukai ini: