Elha Husnan

Man Syakka Wajada

Menteri Atawa Mantri

>Menteri atawa mantri, apanya yang beda? Dua-duanya sesama alat pemerintah –jika bukan sama-sama momok bagi rakyat. Dulu, meskipun belum paham dan mengerti benar, Warimin selalu membayangkan hal negatif ketika mendengar sebutan mantri. Baginya, orang yang menyandang label ini selalu berarti manusia jangkung berjubah hitam, bertaring tajam dan tentu saja leleran darah dari mulutnya. Sebab mantri adalah orang yang dikisahkan oleh tetangganya yang pedagang sebagai pemungut “pajak harian” di pasar tradisional. Pria pagi hari, yang menodong pedagang kecil dengan beberapa lembar rupiah sebelum bakulan tauge terjual pada pembeli.
Demikianlah mantri pasar, dan beda lagi dengan mantri suntik sapi. Yang ini dibayar untuk memaksa ternak beranak pinak. Dia mendapatkan uang dari alat suntik yang dibayangkan Warimin berjarum sebesar jari manis. Betapa ngeri mengenang lenguh sapi, saat bokong-nya ditusuk benda tajam itu. Kalau toh para peternak tidak melihat sang mantri suntik sebagai penghisap, tentulah si sapi mengingatnya sebagai penggigit.
Mantri dan menteri, apa bedanya?
Bedanya, mantri tidak pernah –dan tidak mungkin- memperoleh kehormatan sebagaimana menteri; namanya disentuh langsung oleh lidah presiden pada saat pengumuman kabinet. Bedanya, mantri tidak pernah –dan tidak mungkin- menjadi pusat perhatian media massa nasional, kecuali mungkin pada rubrik kriminal, saat tiba-tiba ada kabar seekor sapi mati ditusuk alat suntik raksasa atau seseorang yang mati dikeroyok massa akibat memungut pajak secara paksa pada suatu pagi di pasar yang masih sepi.
Bedanya…
Mantri rawan stress, dan menteri rentan gila.
Bedanya lagi…
Ada orang yang bersujud syukur ketika namanya muncul dalam daftar kabinet. Sementara di tempat Warimin, perempuan mantri kesehatan berusaha bunuh diri dengan modus nyemplung sumur akibat suaminya selingkuh.
Ironikah negeri ini???

Graha Al-Lathifiyyah, 24 Oktober 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 08/11/2009 by in Monolog.

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 54,927 hits
%d blogger menyukai ini: