Elha Husnan

Man Syakka Wajada

Semarak Muharram 1430 H

Tulisan dibawah adalah draft sambutan yang dibaca oleh Dody Alex Noerdin, ketua HPMI SUMSEL, Putera Alex Noerdin Gubernur SUMSEL, dan CALEG DPR RI dari Partai GOLKAR. dibaca pada acara Semarak Muharram pada tanggal 28 Desember 2008. Sebenarnya, ini saya tulis dengan asal-asalan, tapi eh ternyata si Dody ini, katanya memuji dan meminta apabila suatu kali dia butuh sambutan atau yang lain, agar saya menulis lagi. Teman-teman di Palembang mendadak menyebut saya sebagai “Konseptor Dody Alex”. Masya Alloh, Astaghfirulloh atau Innalillahi wa inna ilaihi Roji’un. Hehehehe

Sambutan Ketua Umum Panitia Semarak Muharram 1430 H
Dody Alex Noerdin
28 Desember 2008 M / 01 Muharram 1430 H

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillhirabbil’aalamin, wa bihi nasta’iin, ‘alaa umuurid dunya wad diin. Allohumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin, ‘abdika, wa nabiyyika, wa rosulikan nabiyyil ummiy, wa ‘alaa alihi wa shohbihi wa sallim tasliimaa, biqodri ‘adhomati dzatika fii kulli waqtin wa hiin, amma ba’du.
Yang kami hormati Gubernur Sumatera Selatan, Bapak H. Alex Noerdin, Walikota Palembang, Bapak Ir. H. Edi Santana Putra, serta para pimpinan dan pejabat Negara, baik dari unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun TNI dan POLRI yang bertugas di Sumatera Selatan dan khususnya Palembang,
Yang kami muliakan, Fadilatus Syaikh Hajjaj Romadlon Al Hindawy dan Ma’alis Syaikh Anwar Syahhat Muhammad Anwar. Al Mukarram Habib Jindan bin Novel bin Jindan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlotul Ulama’, Al Mukarram KH. Hasyim Muzadi. Dan Pimpinan Pusat Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh, Dr. KH. Abd. Muhaimin Zein, M. Ag.
Juga yang kami muliakan, Imam Besar Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Pimpinan Wilayah Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh, Kgs. KH. Ahmad Nawawi Dencik Al Hafidz, beserta para Ulama’, para Habaib, para Hafizh dan Hafidzah.

Para tamu undangan, hadirin hadirat yang kami muliakan.
Marilah pada kesempatan yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah ini, sekali lagi kita persembahkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhaanahu wata’alaa, atas rahmat dan ridho-Nya, sehingga hari ini kita bersama-sama dapat mengikuti peringatan Tahun Baru Hijriyah yang ke-1430, dalam satu rangkaian program Semarak Muharram dan Haflah Tilawatul Qur’an ini. Kita juga bersyukur ke hadirat Allah karena kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga senantiasa diberi kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, tugas, dan pengabdian kita bersama kepada umat, kepada masyarakat, kepada bangsa, dan negara tercinta.
Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, demikian kata pepatah. Disamping sebagai penghargaan dan perayaan Tahun Baru Islam, acara ini juga dimaksudkan sebagai Syukuran, wujud implementasi dari puja-puji dan rasa terimakasih kita kepada Allah SWT, karena Pemilihan Umum Gubernur Sumatera Selatan yang sedianya dilaksanakan pada medio Oktober 2008, telah berjalan dengan sukses, lancar dan aman tanpa halangan sesuatu apapun.
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW yang telah menuntun, mendidik dan meng-hijrahkan kita dari belenggu ke-jahiliyahan menuju spirit keagungan dan kebenaran Islam.
Tidak lupa kami ucapkan beribu terimakasih kepada semua pihak yang telah dengan ikhlas berkenan mensedekahkan cucuran keringat juga mengerahkan curahan pikiran demi terselenggaranya acara yang berlimpah kebahagiaan ini. Terlebih kepada para dermawan, kepada Bapak Gubernur, kepada Bapak Kms. H. Ahmad Abdul Halim Ali, dan seluruhnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.

Hadirin dan hadirat yang kami cintai,
Pada malam hari ini, kita bersama memperingati Tahun Baru hijriyah, salah satu momentum yang teramat penting dalam sejarah perjuangan agama dan umat Islam. Kalender hijry, yang janin kelahirannya diprakarsai oleh Shahabat Besar Umar ibnu al-Khotthob Al-Faruq, berkait lekat dengan peristiwa hijrah. Bahkan tahun permulaan dari kalender ini merujuk pada kisah dimana Rosulullah SAW beserta iringan sahabat beliau yang setia, mengayunkan langkah dari Makkah menuju Yatsrib, yang kemudian masyhur dikenal sebagai Kota Sang Nabi, Al-Madinah. Kalau di Makkah, target pencapaian dakwah Nabi SAW berkisar di antara pembentukan watak, pembangunan mental dan penataan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT, maka sebaliknya, di Madinah Nabi membangun sebuah bangsa yang tercerahkan, sekalian merajut peradaban yang dibanggakan. Character Building di Makkah dan Nation atau State Building di Madinah. Dalam tempo yang relatif tidak lama, Rasululloh SAW berhasil menegakkan imperium Islam yang nyaris menjangkau seluruh jazirah arabiyah. Sungguh suatu prestasi yang fantastis dan luar biasa. Pengalaman hebat tersebut lantas di-recovery oleh nalar kreatif Sayidina Umar dalam wujud penanggalan hijriyah, Muharram sebagai bulan pertama dan ditutup dengan bulan dzul hijjah.
Oleh karena itu, semangat Tahun Baru Hijriyah adalah optimisme dalam menghadapi tantangan jaman, untuk kemudian kita berhijrah menuju perubahan dan kemajuan yang diidam-idamkan. Semarak Muharram juga merupakan tonggak refleksi dan introspeksi bagi kita sebagai medan pemantapan sekaligus re-vitalisasi nilai-nilai agung yang telah disemai oleh Rasulullah SAW, agar kita sekalian tidak melupakan orientasi hidup yang bukan melulu bersifat materiil dan duniawiyah, melainkan juga membutuhkan energi ruhani dalam rangka mencapai kebahagiaan ukhrowiyah. Cita-cita kita adalah menjadi umat beragama, bangsa bernegara, yang diridloi oleh Allah SWT Yang Maha Kuasa.

Hadirin hadirat yang dimuliakan oleh Allah SWT…
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami mengajak kepada kita semua, terutama kepada generasi muda, untuk bersama-sama mengikat erat diri kita dengan tali agama Allah. Karena, betapa belakangan ini santer terdengar kabar mengenai degradasi moral kalangan remaja kita akibat pengaruh negatif dari globalisasi yang tak berarah. Penyalahgunaan narkoba, perilaku seks bebas, kekerasan pelajar dan lain-lain yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai ketimuran. Agaknya, secara perlahan agama mulai ditinggalkan. Ambil contoh dan indikator terkecil, 1 Muharram yang pada malam hari ini kita semarakkan bersama, telah hampir dihapus dari ingatan komunal sebagai titik peralihan tahun. Sekali disebutkan kata tahun baru, memori kita lalu meloncat pada hiruk pikuk, euphoria dan hura-hura 1 januari.

Sebab itulah, para hadirin, dan terkhusus generasi muda…
Marilah bersama-sama kita kembali kepada nilai-nilai ilahi dan moralitas Qur’ani, serta berpegang teguh kepada akhlaq Ahlussunnah wal jama’ah. Bersamaan dengan itu, kita tingkatkan kualitas kehidupan kita dengan menambah deretan prestasi, dan bukan hanya bisa mencoretkan catatan buruk atau lukisan hitam belaka.

Hadirin sekalian, hadirat yang kami muliakan,
Demikianlah yang dapat kami sampaikan. Semoga ibadah kita ini diterima oleh Allah Subhaanahu wata’alaa. Semoga cita-cita besar kita untuk membangun hari esok yang lebih baik mendapatkan ridho Allah. Semoga jalan di depan kita diberikan tuntunan, bimbingan, lindungan dari Allah sehingga masa depan kita menjadi lebih baik. Masa depan yang kita idam-idamkan bersama. Sekian.

Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29/12/2008 by in Ghost Writing.

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 57,535 hits
%d blogger menyukai ini: