Elha Husnan

Man Syakka Wajada

Kecoa Hijau

Entah bagaimana permulaannya, tiba-tiba saja dia seperti terlihat ada di mana-mana. Tidak di selokan, di kakus, di kamar mandi, di tempat sampah, di gudang, atau di sela-sela tumpukan kertas saja. Lebih dari itu, dia juga nongol di berbagai perhelatan, diskusi, seminar, kajian dan lain-lain yang hampir keseluruhan-nya diselenggarakan di tempat-tempat yang bonafite. Atau kalau bukan mewah dan wah!!! setidaknya lokasi acara-acara tersebut seharusnya telah dibikin clean dari kemunculan makhluk-makhluk nggilani seperti dia. Tapi makhluk yang satu ini memang lain. Betapa tidak, ia ternyata benar-benar menguasai ilmu alih-rupo seperti pernah dipakai oleh Syekh Siti Jenar untuk mencuri-curi ilmu rahasia yang akan diturunkan Sunan Bonang kepada Sunan kalijaga, yang mestinya telah dibikin tumpas.

Bukan hanya itu, baru-baru ini si makhluk juga mengikuti perjalanan SBY ke negeri-negeri amerika latin. Waktu itu, dia menyamar sebagai pramugara. Bisa dipastikan, dia juga menyadap (baca; mendengar) pembicaraan yang berlangsung sekitar sepuluh menit antara Bapak Presiden Indonesia itu dengan Mr. President terpilih USA, Barrack Obama. Kalau kemudian yang diceritakan Media adalah bahwa Obama ternyata kangen Bakso, Nasi Goreng dan Rambutan maka si makhluk aneh ini justru mendengar yang lebih dari itu. Dia bertutur, “kalau tidak salah, dan ini perlu anda garis bawahi, Obama mengutarakan kepada SBY bahwa dirinya juga kesengsem pada, ah, apa ya saya lupa. Anda pikir sendiri saja lah!!!”. Hehehehe

Ya, perkenalkan!!!, dia adalah kecoa. Makhluk agak semprul yang kebetulan tidak berwarna cokelat. Beda dari kebiasaan masyarakat kecoa, dia malah berwarna hijau. Sungguh, warna hijau yang khas, yang menempel pada kulit tubuhnya itu benar-benar bukan pilihannya sendiri. Seperti kasus manusia Albino, yang meskipun berkebangsaan jawa tapi tetap saja warna kulitnya putih layaknya bule. Tapi dasar masyarakat kecoa tak pernah beradab, si kecoa hijau akhirnya didepak dari kumpulan masyarakat kecoa, namanya dihitamkan dari daftar kependudukan, dokumen-dokumen berkaitan dengan kehadirannya di komunitas dibakar habis-habisan. Si kecoa hijau dituduh memiliki afiliasi dengan salah satu partai politik tertentu, dimana warna bendera simbol mereka kebetulan juga sama dengan warna kulit si kecoa malang ini.Si kecoa hijau dituding murtad karena dianggap telah menyalahi kode etik masyarakat kecoa yang katanya penuh netralitas, meski secara sembunyi-sembunyi kebanyakan dari mereka malah mengecat hatinya dengan berbagai paduan warna.

Karena itulah si kecoa hijau mempelajari ilmu alih rupo dari murid buyut-nya syekh siti jenar. Dan, pada akhirnya, setelah dia benar-benar menguasai ilmu tersebut, dia pun kini bebas merubah face dan penampilan sesuai dengan apa yang dia mau, termasuk menjadi manusia. Tapi belakangan, pada suatu jumpa pers yang di gelar di bilangan masyarakat semut, dia mengakui bahwa pekerjaan paling melelahkan dan membosankan baginya adalah merubah diri menjadi manusia. Entah apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya, barangkali mungkin karena dia masih merasa bahwa dirinya tetap saja kecoa, meski berwarna hijau. Meski dianggap aneh oleh rumpun keluarganya sendiri.

Di atas segalanya, si kecoa hijau telah mengantongi beberapa kisah berkaitan dengan manusia. Semua itu berkisar di antara kegelisahan, keganjilan, kejanggalan dan keresahan yang dialaminya selama dia bermetamorfosa menjadi manusia. Tentu saja, perspektif kisah-kisah kegundahan ini sesuai dengan kodratnya sendiri yang adalah kecoa. Maka, jika anda, wahai pembaca tulisan ini, masih merasa sebagai manusia, jangan pernah tersinggung dengan apa yang sempat dicelotehkan di sini. Karena, tentu saja, apa yang akan disampaikan nanti adalah murni berasal dari kegersahan hati seekor kecoa yang tidak pernah berpretensi menjadi manusia sama sekali. Kecoa tetap kecoa dan manusia masih manusia. Akan tetapi justru karena dia adalah kecoa maka segala hal yang keluar dari manusia menjadi aneh baginya. Oleh sebab itu, semua busa yang keluar dari mulut dan terbit dari kepala si kecoa adalah sah secara kecoa, meski mungkin tidak relevan bagi manusia.

Ala kulli hal, biarkan saja si kecoa hijau ini mengigau!!!

 

 

Palembang, Ahad 30 November 2008

Iklan

One comment on “Kecoa Hijau

  1. hoyongbageur
    03/01/2009

    >"siapa?? ""kecoa hijau""apaan tuh?? manusia bukan??""manusia..""yakin??""ya…""yakin kamu??""ainul yaqin""yakin nggak??""haqqul yaqin""jadi manusia kecoa begitu??""hemmMMM.. bisa jadi""kok bisa?? siluman dong??""ya enggaklah.""siapa yang baptis jadi kecoa??""hemmm… perasaannya, mungkin?!""kenapa ada embel-embel hijau??""dari pabriknya." "pabrik apa?? pabrik tinta?? pabrik seragam?? pabrik bendera?? Pabrik apa, kok produknya ijo-ijo kecoa, kecoa ijo-ijo??""……hemmmm..""manusia yang kecoa dan berbaju hijau, mindsetnya hijau, mindsetnya kecoa ato gimana??""……………..(bingung??)… Ugh!! lebih mudah bertanya daripada menjawab…"“kecoa yang manusia-hijau, manusia yang kecoa-hijau, yang mana??”“waaa.. belum sampek kesana…kok mbulet toh??”“apa ada hubungan darah dengan naga hijau??”“ach, ya enggaklah…”"sama kecoa ko bingung, jangan mau dibikin bingung ama kecoa??""tapi yang ini lain?? kecoa yang manusia ini beda??”“bedanya??”“manusia selalu memilih baju. manusia selalu identik dengan asal-usul. manusia selalu mencari identitas..""loch, dia kecoa kan??…""murni sebagai kecoa kan ndak toh??""kecoa ya kecoa..coro ya coro… sapi ya sapi?? dia ngaku kecoa tapi ijo?? Sekarang ini banyak orang pake topeng, topeng buto-ijo, buto-abang, buto-kuning, buto chakil, buto-garuda.. yang jelas!!" "maklum saja dia kan manusia yang kecoa??""ya ga` gitu. kecoa ya kecoa.??""lha yang ini ndak bisa… mau dibilang kecoa kok puitis?? kecoa kok ngedumel?? kecoa kok komentar?? itu perilaku manusia?? kecoa itu masuk ke kediaman manusia aja semua udah pada ribut?? yang perempuan jerit-jerit jijik?? yang laki-laki berlagak jantan ngusir?? jadi kecoa itu sengsara?? dimana-dimana kecoa itu sama aja?? karena kecil dan jelek bentuknya, karena jijiki dan menggnggu pemandangan, manusia ramai bikin dan beli obat mujarab pembasmi kecoa?? obatnya laris?? dan semakin modern kehidupan ini, habitat kecoa semakin langka?? manusia nggak ada kepentingan dengan kecoa?? manusia nggak mau tahu apakah musnahnya kecoa dari peradaban akan mengganggu stabilitas ekosistem bumi?? yang jelas semakin langkanya kecoa ga` bikin manusia berbaik hati ngasih undang-undang perlindungan?? jadi kecoa itu bukan satwa yang pantes dilindungi, diberi suaka?? yaaa. kecoa yang ini memang antik??"antik??"unik lagi??"unik??"kecoa ini hijau?? kecoa ini bisa kentut?? kecoa ini bisa merenung?? kecoa ini terkadang cerewet?? kecoa ini produktif berkarya dizaman yang serba morat-marit?? kecoa ini hobinya melek, mengamati dan bila dihalangi ia bakalan ngintip-ngintip, lalu setelah itu bisik-bisik, nggacor, atau kalo memungkinkan dan pede kecoa ini bakal ceramah. dan itu semakin membuktikan eksistensinya sebagai kecoa??""lho… lah kok bisa githu?? ini beneran siluman kecoa, ya???""kecoa itu gosip-ghoibnya muncul ditempat yang tidak teratur, yang tak tertata rapi, banyak kotoran, berkembang ditempat yang lembab berair keruh, kecoa banyak ditemukan diselokan-selokan, si saluran pembuangan air, limbah… didapur yang semrawut, digudang yang tak terurus.. kecoa akan semakin berkembang biak ditempat yang menurut ukuran manusia jorok.. kecoa itu bisa jadi wujud fenomenona dari keruwetan manusia. lha… karena keruwetan itu macem-macem. maka kecoanya pun beragam…”"beragam??""ya beragam""lha yang seragam ijo ini… lha yang seragam merah itu… lah yang seragam hitam disana… lha yang melempar batu dimina… lha yang bakar ban dipertigaan jalan sudirman… lha yang doyan nenteng megaphone sambil orasi… lha yang onani tiga kali sehari untuk menyelamatkan perempuan-perempuan kita dari sensus ketidakperawanan… lha ya menelikung soekarno, soeharto, soeHababi… lha yang seragamnya berlafadzkan Allahu Akbar….. lha yang kemaluannya dikondomi sorban kaya kita ini??…eh!!!(kaget)""lho kita ini kecoa toh,???""?????…. bisa jadi, ,,, atau jangan-jangan Coro…. hHHOOooAAAAhhgh…Coro yang angop…""??#$%^^&&&*(??"( untuk saudaraku lukman hakim…. maaf, cuma bisa meracau!! )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 01/12/2008 by in Monolog.

Navigasi

Author

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Jejak

  • 59,233 hits
%d blogger menyukai ini: